Translate

Minggu, 13 September 2015

Minimnya Pilihan Moda Transportasi Umum Dari Kota Solo Menuju Bandara Adi Sumarmo Solo

Mengapa dari kota Solo lebih banyak dan mudah moda transportasi umum menuju Bandara Adi Sucipto Yogyakarta ketimbang menuju Bandara Adi Sumarmo Solo?

Walau telah diluncurkan Batik Solo Trans, Damri Bandara dari Terminal Tirtonadi menuju Bandara dan rencananya pula akan dibangun rute kereta api dari Stasiun Solo Balapan menuju Bandara. Namun kemarin saat saya ke sana moda tersebut sangat sulit saya cari. Bloger's ingin mengetahui bagaimana kronologi kisahnya? berikut ceritanya..

Awal bulan September saya pergi mengantarkan si mbah pulang ke kampungnya di Ds. Tritis, Kec. Tanon, Sragen. Sebelumnya si mbah diboyong ke Bekasi dan alhamdulillah betah sampai sekitar 3 bulanan tinggal di Bekasi. Namun entah kenapa waktu itu dia selalu menanyakan dan meminta kami untuk mengantarnya pulang ke kampung. Klo saya lihat soch sepertinya dia sudah kangen dengan temen-temennya di pasar. Usia mbah saya sekitar 80 tahunan namun hingga saat ini masih kuat jualan di pasar yang lokasinya sekitar 2-3 km dari rumah. Beliau selalu jalan kaki dari rumah ke Pasar tiap pagi. Jika tidak ada bahan jualan mbah biasanya pergi ke sawah atau ladang untuk bekerja sebagai buruh tani. Saya salut atas kemandirian mbah yang sudah ditinggal oleh almarhum mbah kakung saya sekitar 30 tahun yang lalu.

Berhubung waktunya sangat terbatas sudah pasti waktu yang tersedia untuk melakukan perjalanan Jakarta-Sragen-PP hanya Jumat hingga minggu. Senin pagi sudah harus masuk kantor lagi sehingga pilihan alternatif terbaik saat saya kembali ke Bekasi hanya dengan menggunakan kereta bisnis Senja Utama atau kereta api eksekutif Gajayana atau Pesawat.

Sejak sekitar 3 minggu sebelum hari H saya searching harga tiket kereta api maupun pesawat waktu saya search didapat harga tiket kereta Senja Utama Bisnis hampir 300k berangkat sore jam 5 dan sampai Bekasi sekitar jam 3-4an, harga tiket Gajayana harganya hampir 600k berangkat sekitar abis isya dan tiba di Jatinegara sekitar subuh. dan saat saya check tiket pesawat ternyata ada tiket Citilink yang harganya cuma 400 ribuan, harganya ga beda jauh dengan kereta bisnis dan juga eksekutif, mengingat beda tarifnya gak jauh jelas saya pilih pesawat karena cukup dengan waktu sejam sudah bisa sampai di Bekasi dan jadwal take off pesawatnya pun sore jadi masih bisa leha leha di kampung sampai siang.

Namun ada sedikit ganjalan yang membuat saya agak kurang nyaman saat menuju Bandara Adi Sumarmo Solo, yaitu diantaranya :
  1. Saya cari cari informasi di mbah google, untuk menuju bandara Adi Sumarmo saat ini sudah ada 3 pilihan yaitu naik Taxi, Batik Solo Trans dan Damri Terminal Tirtonadi-Bandara, Saya menunggu BST di depan terminal Tirtonadi gak ada yang lewat karena katanya ada koriodor BST Palur-Kartasura yang melewati terminal Tirtonadi.

  2. Terus saya masuk ke terminal Tirtonadi jalur 5 tempat bus Damri Bandara ngetem, namun ditunggu lama sekali di ruang tunggu terminal itu bus nggak nongol nongol, penasaran donk, akhirnya saya tanya petugas terminal di pintu masuk ruang tunggu. Ternyata bus Damri Bandaranya cuma ada satu dan saat saya datang busnya sedang berada di bandara dan baru jalan ke terminal saat ada pesawat turun di bandara. Walah ciloko, masa bikin sistemnya kaya gitu. Kenapa tidak disediakan minimal 2 bus? jadi saat yang satu ngetem di bandara sudah ada 1 bus yang dari bandara jalan ke terminal atau sudah ngetem di terminal. Sudah bayar loket masuk ruang tunggu terminal Rp. 1.000.- trus jalannya jauh pula menyusuri lorong ruang tunggu terminal dari ujung ke ujung. eh... ujung-ujung nya keluar terminal lagi tanpa dapet apa-apa.

  3. BST Terminal Tirtonadi-Kartosuro gak jelas, Damri Terminal Tirtonadi-Bandara pun gak jelas. Akhirnya saya ke seberang pintu keluar terminal nanya harga taxi ke Bandara. hampir semuanya tidak memakai argo dan tarif yang ditawarkan pun mahal untuk ukuran jarak yang tidak terlalu jauh. Sebelumnya saya mendapat informasi taxi yang bagus di solo yaitu KOSTI SOLO yang katanya menggunakan sistem argo dan pelayanannya hampir seperti blue bird. Di area pangkalan taxi depan terminal saya tidak menemukan KOSTI SOLO. Akhirnya saya menunggu saja di jalan pas pintu keluar terminal dan setiap ada KOSTI SOLO lewat pasti sudah ada isinya semua. Saat saya masuk ruang tunggu menuju jalur 5 tempat pemberangkatan bus Damri Terminal Tirtonadi - Bandara Solo di pintu keluar tempat penjualan bus-bus AKAP saya lihat ada segerombolan taxi KOSTO SOLO sedang mangkal. Akhirnya mau gak mau saya dan ibu saya yang sudah jalan jauh-jauh dari pintu masuk ruang tunggu hingga pintu keluar terminal akhirnya mau tidak mau harus masuk lagi menuju pintu masuk dan keluar melalui jalur yang salah.. bodo amat ah abis jauh banget jalannya. Sudah berhasil keluar melalui pintu masuk ruang tunggu setelah sebelumnya minta izin petugas untuk numpang lewat lalu saya ke belakang terminal menuju tempat taxi KOSTI SOLO mangkal. Itupun jalannya ya lumayan lah. Dan ternyata benar taxi nya bagus pelayanannya, menggunakan argo plus ditambah bayar Rp.10.000 untuk karcis masuk Bandara (Karena Bandara solo sudah di monopoli oleh taxi Angkasa). Dari areal belakang terminal hingga Bandara argonya gak sampai Rp.50.000 plus uang karcis masuk Rp.10.000 jadi saya cuma bayar Rp.60.000 (Lumayan masih untung ketimbang naik taxi yang tarifnya nembak dan suka ngejebak).
Angkasa Taxi yang memonopoli Bandara Adi Sumarmo Solo, pelayanannya kurang bagus namun menang lapak karena monopoli persaingan, ini juga merupakan kekurangan dari sistem moda transportasi yang ada di bandara adi sumarmo
 
Pas sampai di Bandara suasana Bandara sangat sepi, penerbangan pun sedikit, parkiran pun hanya penuh dengan taxi angkasa. Bandara Internasional namun kesan pertama nampak seperti layaknya pool taxi karena parkiran penuh dengan taxi angkasa. Saya memang baru pertama kali menginjakkan kaki di bandara Adi Sumarmo Solo dan agak gimana gitu.. ya agak kecewa juga sich bisa dibilang.. Saya rasa mungkin karena faktor-faktor itu tadi yang membuat orang solo walaupun sudah ada bandara sendiri namun jika naik pesawat lebih enak ke bandara Adi Sucipto Yogyakarta.

Dari Solo menuju Bandara Adi Sucipto Yogyakarta bisa naik kereta Pramex dengan banyak pilihan jadwal keberangkatan. Cukup biaya Rp.10.000.- dengan waktu perjalanan kurang dari 2 jam (yach cuma spare waktu lebih awal aja). Kereta pun langsung turun di Stasiun Maguwo depan Bandara.

Yang saya harapkan sebagai orang yang tinggalnya dekat dengan Bandara Adi Sucipto Solo ketimbang Bandara Adi Sucipto Yogyakarta adalah sebagai berikut :


  1. Berharap agar jadwal dan rute Batik Solo Trans (BST) di exist-kan kembali dan konsisten baik saat ramai penumpang walaupun saat sepi penumpang. Sehingga penumpang mendapat kepastian jadwal. Jika bus tidak jalan sesuai jadwal namun hanya baru jalan saat bus ada penumpang hal tersebut bisa menyebabkan lama kelamaan penumpang juga jadi malas untuk naik bus tersebut bukannya makin bertambah.

  2. Demikian pula dengan jadwal Bus Damri rute Terminal Tirtonadi - Bandara Adi Sucipto akan lebih baik operasionalnya jika minimal dijalankan 2 unit armada. 1 unit standby di Terminal Tirtonadi dan 1 unit standby di Bandara Adi Sumarmo Solo. Jadwal line dilakukan per-jam sekali. Jadwal keberangkatan bus dari Terminal Tirtonadi disamakan dengan Jadwal bus dari Bandara Adi Sumarmo. Saat Bus dari Bandara berangkat menuju terminal maka di waktu yang sama bus yang standby di terminal juga berangkat menuju bandara. Jadi jangan sampai ada kekosongan yang menyebabkan penumpang yang hendak menggunakan jasa bus tersebuut jadi terlalu lama menunggu dan seperti tidak ada kepastian jadwal sehingga penumpang urung untuk naik bus damri bandara dan kemudian mencari alternatif lain. Hal ini dapat mengakibatkan makin lama akan makin menurun penumpangnya jika banyak penumpang yang mengalami hal yang sama.
  3. Sistem taxi di solo agar lebih diperbaiki sistem tarifnya, terutama bagi taxi yang sistem tarifnya sistem tembak dan suka menjebak penumpang dengan meminta tambahan bayaran saat sudah tiba di lokasi.

  4. Mendengar desas desus bahwa akan dibangun Kereta Commuter rute stasiun Solo Balapan - Bandara, berharap sekali agar hal ini segera terealisasi guna mendapatkan alternatif moda transportasi dengan jadwal yang jelas, cepat dan mudah.



Ini pertama kalinya ibu naik Pesawat, setelah beliau dulu pernah bilang pengen naik pesawat akhirnya bisa naik pesawat juga, Katanya sich sebelum naik pesawat perasaan beliau gugup dan agak takut, pas tahu kondisi di kabin saat terbang baik baik saja dan waktu tempuhnya cepat bisa jadi nanti tiap pulang kampung mintanya naik pesawat terus klo ada harga tiket yang gak beda jauh dengan kereta aksekutif


Kita duduk dekat apron pemberangkatan, kita sedang menunggu pesawat citilink keberangkatan pukul setengah 4 yang akan mengantarkan kita menuju Bandara Halim Perdana Kusuma


19 komentar:

  1. sukaaaaa, makasi infonya,...
    kalo boleh tau taksimya sepeti apa ya yg menggunakan argo..,

    BalasHapus
    Balasan
    1. dari mana nih mbak? klo dari Bandara saya rasa susah karena sudah dikuasai oleh taxi milik pangkalan TNI setempat, jika dari bandara sih mendingan naik damri sampai terminal, jika dari terminal solo ada taxi yang pakai argo di belakang terminal warnanya biru agak seperti telur asin warnanya lupa nama taxinya apa, jangan taxi yang di depan terminal karena banyak yang nembak argonya.

      Hapus
  2. iya mas, setuju banget. saya cukup sering mudik via bandara solo, tapi dari dulu sampai sekarang suka gerah sama layanan transportasinya. gak hanya di solo sih yang taksi dimonopoli oleh 1 bendera saja, itulah Indonesia kadang mereka tidak siap dengan sebuah kompetisi bisnis yang sehat, dan peran pemerintah dalam hal pelayanan publik sangat kurang. miris memang...

    BalasHapus
    Balasan
    1. ya begitulah keadaan negeri kita, siapa yang berkuasa dialah yg menang, jika ada yang menyaingi maka akan dibantai :)
      sebenernya di solo udah ada damri, tapi sayang banget damrinya lama, bandara jogja sudah bagus, sudah terintegrasi oleh taksi, kereta api dan trans jogja, makanya skrg byk yg lbh suka naik pesawat dr jogja ketimbang dr solo yang terkesan dimonopoli oleh TNI karena lahannya punya mereka

      Hapus
  3. Haha...saya kena jajahan bangsa sendiri...main nembak harga pas dh d dalam taksi gelora(jujur)..hati2 buat temen2

    BalasHapus
    Balasan
    1. saat keluar kota lebih baik tanyakan dahulu tarif taxinya, dan juga pastikan apakah harganya sesuai argo atau sistem tembak, di solo sangat banyak taxi bagus tapi sayang harganya nembak dan tinggi, dari terminal ke bandara saja waktu itu saya tanya" ke berbagai taxi di sekitaran depan terminal tirtonadi harga Rp.25.000, untungnya saya tahu dapet kabar dr teman klo mau naik taxi mendingan yang di belakang terminal naik taxi KOSTI yang pakai argo harganya

      Hapus
  4. Haduh jadi deg degan ni saya sampai solo jam 9 malam.masih ada damri ga ya?brp tarif ke tirtonadi?. Kemarin ragu mau turun solo atau jogja. ke ngawi lebih dekat dr solo tapi pas tau ga ada yang jemput malah bingung sendiri mau naik apa

    BalasHapus
  5. klo dari bandara ke terminal c damri nampaknya mudah dicari mbak, cuma jika dari terminal ke bandara itu yang kadang lama sekali datangnya, klo naik taxi disarankan naik KOSTI yang pake argo

    BalasHapus
  6. Pak Agus, mohon advice nya..
    Sy dari Jkt naik pesawat turun bandara Adi Sumarmo. Tujuan saya ke Hotel Paragon Solo jl.Dr. Soetomo Surakarta.
    Sy bisa naik transportasi umum apa ya pak selain taksi ?..
    Terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. mbak yuanita bisa naik damri dari bandara, di areal bandara ada stand penjualan tiket dan informasi bus damri, bisa turun di luar bandara lalu nyegat taxi KOSTI, atau bisa juga turun di terminal tirtonadi lalu ke belakang terminal ke tempat pool taxi KOSTI, taxi KOSTI agak mendingan pakai argo seperti blue bird tidak seperti taxi taxi yang ada di bagian depan terminal yang rata-rata tarifnya tembak

      Hapus
  7. Wah.. saya setiap lebaran juga mudik ke solo, kecewa berat dengan taksi udah deal harganya. Giliran nyampe tempat tujuan minta biaya tambahan, kadang pengen memperkarakan. Agar sistemnya diperbaiki, akhir dgn kekecewaan berlarut2. Tiap mudik, minta dijemput pak bayan dikampung tarif sodara pula. Akhirnya dr mulut ke mulut pak bayan dpt orderan jumputan,😆😆😆

    BalasHapus
  8. salam kenal mas ,saya pernah juga mo ke bandara adi sumarmo habis pulang dari rumah Mbah di baturetno wonogiri .
    naik bus jurusan pacitan solo kemudian sama supir di turunkan dekat stadiun manahan nunggu hampir 1 jam ga ada damri akhirnya naik taxi 70 ribu sampai bandara ..mahal memang mau gimana lagi?

    BalasHapus
  9. haduhhh tgl 10 ada pnrbanganga via adi sumarmo..sy dr salatiga pak, enaknya transportasinya gmn ya... ga ada yg anter jg..rencananya naik bis dr salatiga.. helpp

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dari terminal tirtonadi mbak jangan cari taksi yang di depan atau samping terminal, tapi ke arah belakang terminal saja, disana ada ngetem taksi kosti yang warnanya biru telur asin, saya naik taxi nya kosti di belakang terminal, taxinya paai argo, atau bisa juga naik Damri dari terminal yang jurusan bandara namun terkadang lama sekali nunggunya, semoga kereta jurusan bandara cepat jadi ya.. :)

      Hapus
  10. Info dong kalo dr semarang naik bus,mau ke bandara adi sumarmo..turun terminal tirtonadi trs naik gocar/grab bs ga sih ke bandara nya.. Mksi

    BalasHapus
    Balasan
    1. mengenai moda transportasi online kurang tahu juga gan, dulu di solo sudah sempat ada blue bird aja kalah koq sama taxi yang berkuasa di solo lebih dahulu :)
      klo tidak menemukan taxi online saya sarankan ke belakang terminal saja gan ada pangkalan taxi kosti yang tarifnya menggunakan argo, jangan naik taxi yang di depan atau seberang terminal yang kebanyakan warnanya putih, itu pada nembak semua, saya tanya taxi di seberang terminal cm mau ke bandara yang deket matok harga 250rb, saya dapat saran dari petugas terminal utk naik taxi kosti di belakang terminal cuma habis 30an ribu, dan di bandaranya juga sudah dikuasai oleh taxi angkasa, taxi lain yang masuk akan dikenakan pungutan sekitaran 10rb (entah sekarang brp) yg dibebankan ke kita agar bisa masuk ke bandara solo. memang kasus mengenai penguasaan lahan terkadang malah merugikan konsumennya.

      Hapus
    2. Dari terminal juga sebenernya sudah ada damri yang ke bandara, cuma nunggunya lama banget, denger denger c ada rencana mau dibuatkan kereta solo balapan-bandara, cuma saya ga tahu gimana kelanjutannya

      Hapus
  11. Pak Agus Mohon Sarannya ..... Saya pertamakali kesolo,.... Kalo dari bandara mau ke UNS sekitar jam 9 malam sebaikya saya menggunakan Transportasi apa ya ??? saya berencana menggunakan taxi.

    BalasHapus

Berikan Komentar Buat Blog Saya...