Senin, 19 Mei 2008

BSA Indonesia

Masih Gress !!!

Perusahaan Piranti Lunak Indonesia Menjadi Anggota BSA Indonesia


Andal Software dari Indonesia bergabung dengan BSA untuk melindungi Hak Kekayaan Intelektual

Jakarta (Kamis, 30 Juni 2005) – Perusahaan nasional Indonesia juga merupakan korban pembajakan piranti lunak seperti perusahaan asing. Hal ini ditegaskan kembali dalam acara hari ini, saat PT. Andal Software diterima sebagai perusahaan piranti lunak lokal pertama yang bergabung dengan Business Software Alliance (BSA) Indonesia.

“Kami dengan senang hati menyambut bergabungnya Andal Software dalam organisasi kami,” kata Roland Chan, Direktur Marketing, BSA Asia. “Andal Software telah membuktikan dirinya sebagai perusahaan pengembang piranti lunak yang maju dan terpercaya di industri piranti lunak Indonesia. Bergabungnya mereka sebagai anggota BSA yang pertama merupakan suatu kehormatan bagi kami.”

Roland berkata, “Banyak orang tidak menyadari bahwa BSA menerima baik perusahaan nasional maupun multinasional sebagai anggotanya. Hal ini karena perusahaan nasional juga dapat menjadi korban pembajakan piranti lunak seperti rekan multinasional mereka.”

Andal Software didirikan pada tahun 1989 sebagai pengembang piranti lunak customized dan sejak itu terus berkembang pesat. Hingga sekarang ini, Andal Software telah menjadi industri piranti lunak yang memproduksi paket-paket piranti lunak berbasis Microsoft. Beberapa produknya adalah Andal Kharisma Win, Andal Pay Master dan Andal Merchant.

“Kami sangat senang menjadi bagian BSA dan kami ingin mendukung upaya organisasi ini melawan pembajakan piranti lunak di Indonesia,” kata Indra Sosrodjojo, Direktur Andal Software. “Pembajakan piranti lunak telah memperburuk industri peranti lunak secara keseluruhan. Hal ini khususnya telah merugikan industri piranti lunak nasional dengan mengambil pendapatan potensial dan sah. Dengan bergabung dengan BSA, kami berencana untuk terlibat aktif dalam memerangi tindakan kriminal ini.”

Menurut laporan terbaru yang dikeluarkan oleh International Data Corporation (IDC), 87% piranti lunak yang diinstal di komputer di Indonesia pada tahun 2004 adalah bajakan – ke-lima tertinggi di dunia dalam hal pembajakan piranti lunak; dan masih ke-tiga tertinggi di Asia.

Pada tahun 2002, Pemerintah Indonesia mengeluarkan Undang-Undang Hak Cipta yang baru, yaitu UU Hak Cipta No. 19 Tahun 2002. Berdasarkan pasal 72 ayat (3) Undang-Undang Hak Cipta tersebut, penggunaan program komputer untuk kepentingan komersial merupakan tindakan pidana dengan pidana penjara paling lama lima tahun dan/atau denda paling banyak Rp 500.000.000,00.

Pemerintah Indonesia sejak saat itu telah bekerja sama dengan industri piranti lunak untuk meningkatkan kesadaran atas Undang-Undang tersebut melalui berbagai seminar dan kegiatan lainnya . Pemerintah terus melaksanakan program mereka dalam mengedukasi masyarakat Indonesia tentang masalah pembajakan dan mendorong keterlibatan masyarakat

Roland menambahkan, “Kami percaya perjuangan melawan pembajakan piranti lunak ini tidak dapat ditanggulangi tanpa kerjasama antar semua pihak terkait. Oleh karena itu, bersama dengan Andal Software sebagai anggota kami, kami akan terus menyuarakan kesadaran HAKI dan lingkungan yang adil bagi bisnis.”

“BSA berkomitmen untuk terus melawan pembajakan piranti lunak di tingkat korporasi dan menawarkan pemberian reward hingga Rp. 50 juta untuk informasi yang berhasil membantu tindakan penegakan hukum terhadap perusahaan pengguna piranti lunak bajakan atau tak berlisensi. Hotline bebas pulsa anti-pembajakan BSA adalah 0-800-1-BSA-BSA (272-272), dan semua laporan dirahasiakan. Bersama-sama, kami berharap dapat turut berpartisipasi untuk memajukan dunia usaha dan perekonomian Indonesia dalam lingkungan yang legal dan kondusif,” ujar Roland.

# # #

Sekilas tentangBSA
The Business Software Alliance (www.bsa.org) is the foremost organization dedicated to promoting a safe and legal digital world. BSA is the voice of the world's commercial software industry and its hardware partners before governments and in the international marketplace. Its members represent one of the fastest growing industries in the world. BSA programs foster technology innovation through education and policy initiatives that promote copyright protection, cyber security, trade and e-commerce. BSA worldwide members include Adobe, Apple, Autodesk, Avid, Bentley Systems, Borland, CNC Software/Mastercam, Internet Security Systems, Macromedia, McAfee, Microsoft, PTC, SolidWorks, Sybase, Symantec, UGS and VERITAS Software. BSA regional members in Asia include Trend Micro.

sumber : BSA Indonesia

0 komentar:

GuestBook